STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSOTORI
BAB 1
PENDAHAULUAN
A. Latar Belakang
Pada mulanya istilah strategi banyak
digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh
kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Sekarang, istilah strategi
banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang bertujuan memperoleh
kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Misalnya seorang manajer
atau pimpinan perusahaan yang menginginkan keuntungan dan kesuksesan yang besar
akan menerapkan suatu strategi dalam mencapai tujuannya itu, seorang pelatih
akan tim basket akan menentukan strategi yang dianggap tepat untuk dapat
memenangkan suatu pertandingan. Begitu juga seorang guru yang mengharapkan hasil
baik dalam proses pembelajaran juga akan menerapkan suatu strategi agar hasil
belajar siswanya mendapat prestasi yang terbaik. Strategi pembelajaran adalah
suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain
pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah
suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama
untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi
pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru,
widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang
berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian
pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi
pengelolaan pembelajaran.
Pendekatan
(approach) merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran. Strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber
atau tergantung dari pendekatan tertentu. Roy Killen (1998) misalnya, mencatat
ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru
(teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centred
approaches). Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi
pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif
atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat
pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta
strategi pembelajaran induktif.
Strategi pembelajaran ekspositori
adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi
secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar
siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran
ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajran yang berorientasi
kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru memegang peranan
yang sangat penting atau dominan. Dengan menggunakan strategi ekspositori
terdapat beberapa keunggulan dan kelemahan di dalam menggunakan strategi ini,
yaitu: 1. Keunggulan Dengan strategi pembelajaran ekspositori guru bisa
mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, dengan demikian ia dapat
mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi
pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang
dimiliki untuk belajar terbatas. Melalui strategi pembelajaran ekspositori
selain siswa dapat mendengar melalui penuturan (kuliah) tentang suatu materi
pelajaran juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui
pelaksanaan demonstrasi). Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini bisa
digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
Ada
juga yang mengatakan bahwa Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi
pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal
dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat
menguasai materi pelajaran secara optimal. Dalam strategi ini materi pelajaran
disampaikan langsung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi
itu. Materi pelajaran seakanakan sudah jadi. Karena strategi ekspositori lebih
menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga dinamakan strategi "chalk
and talk".
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam strategi ekspositori ini dilakukan
melalui metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian materi tanpa
tujuan pembelajaran. Karena itu sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu
guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Hal ini
sangat penting untuk dipaham, karena tujuan yang spesifik memungkinkan untuk
bisa mengontrol efektivitas penggunaan strategi pembelajaran.
Namun
yang terjadi disistim pendidikan di Indonesia sekarang ini adalah dalam
penerapan strategi pembelajarannya oleh guru di sekolah masih sangat kurang dan
perlu adanya peningkatan mutu kinerja yang lebih baik lagi dalam proses belajar
mengajar agar bisa terwujud pendidikan yang lebih baik lagi di masa yang akan
dating.
Setelah penulis melakukan observasi terhadap Strategi
Pendekatan Obserpasi dalam pembelajaran di sekolah masih sangat kurang dalam
penerapannya antara lain adalah sebagai berikut, 1) kurangnya penerapan
strategi pembelajaran oleh guru di sekolah mengakibatkan kurangnya minat
belajar dari siswa itu sendiri, 2) tidak ada pengembangan lebih lanjut terhadap
mekanisme pembelajaran disekolah sehingga membuat siswa menjadi bosan dalam
proses pembelajaran disekolah.
Berkenaan dengan hal ini maka penulis berkeinginan melakukan
penelitian tentang “Strategi Pendekatan Eksposotori”.
B. Rumusan
Masalah
Sebagai bagian dari latar belakang di atas, maka untuk
memeperjelas fokus dan orientasi penelitian ini, penulis dapat rumuskan
permasalahannya sebagai berikut :
- Bagaimanakah Penerapan Strategi Pembelajaran di Sekolah?
- Bagaimanakah Konsep Strategi Pembelajaran dalam Pendekatan eksposotori?
C. Tujuan
dan Kegunaan Penelitian
Tujuan penelitian erat kaitannya dengan rumusan masalah yang
penulis cantumkan di atas, yakni :
- Untuk mengetahui Penerapan Strategi Pembelajaran di Sekolah
- Untuk mengetahui Konsep Strategi Pembelajaran dalam Pendekatan eksposotori
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Strategi Pembelajaran
Secara
umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk
bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan
dengan belajar mengajar, strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum
kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai
tujuan yang telah digariskan.
Dalam
dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang
rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
(Sanjaya, 2007 : 126).
Kemp
(1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari pendapat tersebut, Dick and
Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu
set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk
menimbulkan hasil belajar pada siswa (Sanjaya, 2007 : 126).
Dari
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan
suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan
metide dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini
berarti bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses
penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk
mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah dari semua keputusan
penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan
langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar
semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu
dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Menurut
Djamarah (2002 : 5-6) ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang
meliputi hal-hal sebagai berikut:
- Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. Artinya bahwa dapat dilihat bahwa apa yang dijadikan sebagai sasaran dari kegiatan belajar mengajar. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah, oleh karena itu maka tujuan dari pengajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh anak didik.
- Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. Disini dapat dilihat bahwa bagaimana cara seorang guru memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan teori apa yang harus digunakan oleh seorang guru dalam memecahkan masalah suatu kasus, akan mempengaruhi hasilnya.
- Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. Metode dan teknik penyajian untuk memotivasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman untuk memecahkan masalah.
- Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. Sehingga suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya setelah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain.
Dari
batasan di atas, dapat digambarkan bahwa ada empat pokok masalah yang sangat
penting yang dapat dan harus dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar agar dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan.
Menurut
Sanjaya (2007 : 177 – 286) ada beberapa strategi pembelajaran yang harus
dilakukan oleh seorang guru:
- Strategi pembelajaran ekspositori
- Strategi pembelajaran inquiry
- Strategi pembelajaran berbasis masalah
- Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir
- Strategi pembelajaran kooperatif
- Strategi pembelajaran kontekstual CTL
- Strategi pembelajaran afektif
Dari beberapa strategi pembelajaran
yang telah dikemukakan oleh Sanjaya
(2007 : 177 – 286) diatas, hanya ada satu strategi pembelajaran yang akan
dibahas dalam makalah ini yang lebih difokuskan pada strategi pembelajaran
Eksposotori.
B. Pengertian Strategi Pembelajaran Eksposotori
Strategi
pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada
proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok
siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran
yang berorientasi kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru
memegang peranan yang sangat penting atau dominan.
Dengan
menggunakan strategi ekspositori terdapat beberapa keunggulan dan kelemahan di
dalam menggunakan strategi ini, yaitu: 1. Keunggulan Dengan strategi
pembelajaran ekspositori guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi
pembelajaran, dengan demikian ia dapat mengetahui sejauh mana siswa menguasai
bahan pelajaran yang disampaikan. Strategi pembelajaran ekspositori dianggap
sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas,
sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas. Melalui strategi
pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengar melalui penuturan
(kuliah) tentang suatu materi pelajaran juga sekaligus siswa bisa melihat atau
mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi). 2) Strategi pembelajaran ini
bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar. Dari uraian di
atas dapat disimpulkan bahwa dalam strategi ekspositori ini dilakukan melalui
metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian materi tanpa tujuan
pembelajaran. Karena itu sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu guru
harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Hal ini sangat
penting untuk dipaham, karena tujuan yang spesifik memungkinkan untuk bisa
mengontrol efektivitas penggunaan strategi pembelajaran.
Disamping
memiliki keunggulan, strategi ekspositori ini juga memiliki beberapa kelemahan,
antara lain: 1) Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan
terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik,
untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi
yang lain. 2) Strategi ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap
individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, dan bakat, serta
perbedaan gaya belajar. Karena strategi lebih banyak diberikan melalui ceramah,
maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi,
hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis. Keberhasilan strategi
pembelajaran ekspositori sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru
seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme,
motivasi dan berbagai kemampuan seperti kemampuan bertutur (berkomunikasi) dan
kemampuan mengelola kelas, tanpa itu sudah pasti proses pembelajaran tidak
mungkin berhasil.
Oleh
karena itu, gaya komunikasi strategi pembelajaran lebih banyak terjadi satu
arah, maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa sangat terbatas pula. Di
samping itu, komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki
siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru. Dari uraian di atas dapat
diketahui bahwa secara umum tidak ada satu strategi pembelajaran yang dianggap
lebih baik dibandingkan dengan strategi pembelajaran yang lain, baik tidaknya
suatu strategi pembelajaran bisa dilihat dari efektif tidaknya strategi
tersebut dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Strategi pembelajaran Eksposotori
memiliki karateristik antara lain adalah sebagai beikut :
- Strategi ekspositori dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara verbal, artinya bertutur secara lisan merupakan alat utama dalam melakukan strategi ini, oleh karena itu sering orang mengidentikannya dengan ceramah.
- Biasanya materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berpikir ulang.
- Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri. Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.
Didalam strategi
pembelajaran Eksposotori juga harus memiliki langkah-langkag dalam
impementasinya antara lain adalah sebagai berikut :
- Persiapan (Preparation)
Tahap persiapan berkaitan dengan
mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam strategi ekspositori,
langkah persiapan merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan
pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi ekspositori sangat
tergantung pada langkah persiapan. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah
persiapan di antaranya adalah:
1.
Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang
negatif.
2.
Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai.
3.
Bukalah file dalam otak siswa.
- Penyajian (Presentation)
Langkah penyajian adalah langkah
penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Guru
harus dipikirkan guru dalam penyajian ini adalah bagaimana agar materi
pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Karena itu, ada
beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini, yaitu: (1)
penggunaan bahasa, (2) intonasi suara, (3) menjaga kontak mata dengan siswa,
dan (4) menggunakan joke-joke yang menyegarkan.
- Korelasi (Correlation)
Langkah korelasi adalah langkah
menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain
yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur
pengetahuan yang telah dimilikinya. Langkah korelasi dilakukan untuk memberikan
makna terhadap materi pelajaran, baik makna untuk memperbaiki struktur
pengetahuan yang telah dimilikinya maupun makna untuk meningkatkan kualitas
kemampuan berpikir dan kemampuan motorik siswa.
- Menyimpulkan (Generalization)
Menyimpulkan adalah tahapan untuk
memahami inti {core) dari materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah
menyimpulkan merupakan langkah yang sangat penting dalam strategi ekspositori,
sebab melalui langkah menyimpulkan siswa akan dapat mengambil inti sari dari
proses penyajian.
- Mengaplikasikan (Application)
Langkah aplikasi adalah langkah unjuk
kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Langkah ini merupakan
langkah yang sangat penting dalam proses pembelajaran ekspositori, sebab
melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan
dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa. Teknik yang biasa dilakukan pada
langkah ini di antaranya: (1) dengan membuat tugas yang relevan dengan materi
yang telah disajikan, (2) dengan memberikan tes yang sesuai dengan materi
pelajaran yang telah disajikan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Strategi pembelajaran merupakan hal
yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam
proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan
pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi
penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran. strategi pembelajaran merupakan
suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metode
dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti
bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan
rencana kerja belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk mencapai
tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan
strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkah-langkah
pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya
diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan
suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.
Sedangkan Strategi pembelajaran ekspositori
merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru,
dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru memegang peranan yang sangat
penting atau dominan.
Dengan menggunakan strategi
ekspositori terdapat beberapa keunggulan dan kelemahan di dalam menggunakan
strategi ini, yaitu:
- Keunggulan Dengan strategi pembelajaran ekspositori guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, dengan demikian ia dapat mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan. Sedangkan kelemahanya adalah,
- Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik, untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi yang lain.
0 komentar:
Post a Comment